|
Diam - diam SMAN 8 Denpasar, sekolah kita yang tercinta ini menunjukkan prestasi menggembirakan. Salah satu teman kita, Kadek Dwi Candra Sintha Dewi (XII IPA 2), dipercaya sebagai duta Bali ke tingkat nasional dalam ajang perlombaan Pidato Bahasa Jepang nanti di Jakarta pada 21 Februari. Sebelumnya, Dwi Candra (sapaan akrabnya) meraih juara II lomba pidato Bahasa Jepang yang diselenggarakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jepang se-Bali bekerjasama dengan The Japan Foundation dan Diretorat Pembinaan SMA Ditjen. Manajeman Dikdasmen Departemen Pendidikan Nasional RI.
Atas prestasi yang diraih, Drs. Ida Bagus Ngurah, M.Si menyampaikan selamat khususnya kepada Dwi Candra dan pembina Bahasa Jepang, Dyah Puspa Shinta Pradyani, S.S, dan A.A. Kompyang Eka Ulantari, A.Md.
Teman kita ini tidak menyangka tampil sebagai juara pada lomba waktu lalu. Apalagi pesaing dari kabupaten lain sangat ketat. Tapi, dengan perjuangan akhirnya Dwi Candra tapil sebagai juara II dan maju ke tingkat nasional bersama juara I. Sebelumnya, Dwi Candra mengemas juara I lomba pidato Bahasa Jepang Kota Denpasar. Di tingkat nasional ini, dia berjanji akan tampil semaksimal mungkin untuk bisa mempersembahkan yang terbaik untuk SMAPAN dan Bali. Di perlombaan nasional nanti, Dwi Candra akan bersaing dengan 12 peserta dari 8 kota di Indonesia. Perlombaan ini menjanjikan bagi peraih posisi 4 besar nasional akan mendapatkan tiket ke Jepang untuk mengikuti program kunjungan The Japanase Language Program for High School Student. Kemampuan teman kita yang satu ini dalam berbahasa Jepang diakui oleh pembina, Dyah Sensei dan Eka Sensei. Kedua pembina ini mengatakan, Dwi Candra mampu menguasai Bahasa Jepang dengan cepat, padahal dia bukan dari kelas bahasa.
Kepsek kita juga mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih Dwi Candra. Beliau yang juga dalang wayang kulit tersohor ini terus memotivasi anak didiknya untuk terus berprestasi dan memiliki life skill. Berbahasa Jepang adalah salah satu life skill yang diberikan pada siswa – siswi di SMAN 8 Denpasar yang tercinta ini, baik yang memilih jurusan IPA maupun IPS. Dalam mendidik siswa, Kepsek kita berprinsip ibarat menanam padi. Diharapkan, padi yang ditanam bisa tumbuh dengan subur secara bersamaan dan hasilnya bermanfaat bagi kehidupan. “Demikian juga dengan siswa – siswi di SMAN 8 Denpasar, kami mengharapkan bisa terus tumbuh dan berprestasi untuk kesejahteraan bersama”, tandasnya. |